Publikasi

Training Human Resources BES Holding untuk Penguatan Kompetensi Karyawan

Share :

Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung efektivitas dan keberlanjutan perusahaan. Human Resources tidak hanya menjalankan fungsi administrasi dan rekrutmen, tetapi juga berperan dalam membangun sistem kerja yang terstruktur, membantu perusahaan mengukur pencapaian kinerja, serta memastikan proses pengelolaan karyawan berjalan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, Bangun Era Sejahtera Holding menyelenggarakan Internal Training Human Resources dengan tiga materi utama, yaitu Standard Operating Procedure (SOP), Key Performance Indicator (KPI), dan Behavioral Event Interview (BEI). Ketiga materi tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun proses Human Resources yang lebih sistematis, mulai dari standardisasi pekerjaan, pengukuran kinerja, hingga proses wawancara berbasis kompetensi.

Melalui Internal Training Human Resources BES Holding, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana sebuah prosedur kerja dibangun dan dijalankan secara konsisten, bagaimana target kerja diterjemahkan menjadi indikator yang terukur, serta bagaimana kompetensi kandidat dapat digali melalui teknik wawancara yang lebih terstruktur. Materi SOP dan KPI disampaikan oleh Dhanny Saputra selaku HRGA Manager, sementara Behavioral Event Interview disampaikan oleh Awang Adhy W. selaku HRGA Supervisor.

Pokok Pembahasan Internal Training Human Resources BES Holding

Pelatihan internal ini berfokus pada tiga materi inti yang dirancang untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan SDM secara menyeluruh. Tiga pembahasan utama tersebut meliputi:

Materi 1: Standard Operating Procedure (SOP) 

Materi pertama dalam Internal Training Human Resources membahas Standard Operating Procedure atau SOP sebagai dasar untuk membangun proses kerja yang konsisten dan terarah. SOP merupakan seperangkat instruksi yang memberikan panduan mengenai tahapan pekerjaan yang perlu dilakukan oleh karyawan. Dengan prosedur yang terdokumentasi, aktivitas kerja tidak hanya bergantung pada kebiasaan atau pemahaman masing-masing individu, tetapi memiliki standar yang dapat digunakan sebagai acuan bersama.

Penerapan SOP membantu perusahaan menjaga konsistensi pekerjaan, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi risiko terjadinya kesalahan dan miskomunikasi. Ketika setiap karyawan mengikuti alur kerja yang sama, perusahaan dapat mempertahankan kualitas proses meskipun pekerjaan dilakukan oleh individu yang berbeda. SOP juga membantu menyamakan pemahaman antara manajemen dan karyawan mengenai proses yang perlu dilakukan dan hasil yang diharapkan.

Lebih dari sekadar panduan operasional, SOP juga dapat digunakan sebagai dasar dalam proses pelatihan karyawan baru maupun pelatihan ulang bagi karyawan lama. Dokumentasi yang baik membantu perusahaan mempertahankan pengetahuan mengenai suatu proses sekaligus memberikan dasar untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas pekerjaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, SOP menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerja yang lebih tertib, konsisten, dan mudah dikembangkan.

Materi 2: Key Performance Indicator (KPI)

Setelah memahami bagaimana proses kerja distandarisasi melalui SOP, materi kedua dalam Internal Training Human Resources BES Holding membahas Key Performance Indicator atau KPI. Jika SOP menjelaskan bagaimana sebuah pekerjaan harus dilakukan, KPI membantu perusahaan mengetahui sejauh mana pekerjaan tersebut mampu menghasilkan pencapaian yang sesuai dengan target. KPI dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur performa individu maupun tim sekaligus memberikan gambaran mengenai pencapaian organisasi.

Agar KPI dapat digunakan secara efektif, indikator yang ditetapkan harus memiliki ukuran yang jelas. Dalam training ini, peserta mempelajari konsep SMART, yaitu Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time Based. Melalui konsep tersebut, sebuah target perlu dibuat secara spesifik, dapat diukur, realistis untuk dicapai, relevan dengan kebutuhan perusahaan, dan memiliki periode pencapaian yang jelas.

Sebagai contoh, target “meningkatkan produksi” masih memiliki ruang interpretasi yang cukup luas. Target tersebut menjadi lebih jelas ketika ditetapkan sebagai peningkatan produksi dari 10.000 unit menjadi 13.000 unit per bulan dalam periode dua bulan. Selain itu, KPI dapat menggunakan berbagai bentuk pengukuran seperti angka mutlak, indeks, persentase, ranking, rating, maupun rasio. Melalui KPI yang terukur, perusahaan dapat membangun ekspektasi kerja yang lebih jelas sekaligus memiliki dasar yang lebih objektif dalam mengevaluasi pencapaian individu maupun tim.

Materi 3: Behavioral Event Interview (BEI)

Materi berikutnya dalam Internal Training Human Resources membahas Behavioral Event Interview atau BEI, yaitu metode wawancara berbasis kompetensi yang digunakan untuk menggali perilaku kandidat berdasarkan pengalaman nyata di masa lalu. BEI berfokus pada evidence atau perilaku konkret yang pernah ditunjukkan oleh kandidat ketika menghadapi sebuah critical incident. Dari pengalaman tersebut, pewawancara dapat memperoleh gambaran mengenai cara kandidat mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan, menjalankan tanggung jawab, serta menghadapi situasi tertentu dalam pekerjaan.

Pendekatan BEI berbeda dengan wawancara yang hanya menanyakan apa yang akan dilakukan kandidat dalam kondisi hipotetis. Kandidat diarahkan untuk menjelaskan pengalaman yang benar-benar pernah terjadi sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih konkret. Dalam materi training juga dijelaskan bahwa BEI memiliki pendekatan yang lebih terstruktur dengan fokus pada kompetensi, pengalaman, dan critical incident, sedangkan wawancara tradisional lebih banyak menggali informasi diri dan jawaban yang cenderung normatif.

Untuk membantu pewawancara menggali pengalaman kandidat secara lebih sistematis, BEI kemudian diterapkan melalui metode STAR, yaitu Situation, Task, Action, dan Result. Situation digunakan untuk memahami konteks atau situasi yang pernah dialami kandidat, Task menggali tanggung jawab yang dimiliki, Action berfokus pada tindakan nyata yang dilakukan, sedangkan Result digunakan untuk melihat hasil maupun dampak dari tindakan tersebut.

Melalui tahapan tersebut, pewawancara dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai pengalaman dan kompetensi kandidat. Kombinasi Behavioral Event Interview dan metode STAR juga membantu proses wawancara menjadi lebih terarah karena setiap jawaban dapat ditelusuri mulai dari konteks kejadian, tanggung jawab kandidat, tindakan yang dilakukan, hingga hasil yang diperoleh.

Komitmen BES Holding dalam Meningkatkan Kompetensi Karyawan

Pelaksanaan Internal Training Human Resources merupakan bagian dari komitmen PT Bangun Era Sejahtera dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan BES Group. Perusahaan meyakini bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya mendukung pengembangan individu, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas operasional, efektivitas proses kerja, ketepatan pengambilan keputusan, serta kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan bisnis.

Melalui berbagai program pelatihan internal, BES Holding terus mendorong setiap karyawan untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kolaborasi lintas fungsi. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada sesi kelas, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari sehingga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pekerjaan, efektivitas proses bisnis, dan koordinasi antarbagian.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan program pengembangan lain yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Salah satunya adalah Internal Training Finance, Accounting & Tax, yang membahas berbagai materi untuk memperkuat pemahaman dan kompetensi karyawan di bidang keuangan, akuntansi, dan perpajakan

Baca juga:

👉 Internal Training BES Holding: Finance, Accounting & Tax

Ke depan, BES Holding akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan BES Group.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai PT Bangun Era Sejahtera (BES Holding) dan seluruh anak perusahaannya, silakan kunjungi halaman Tentang Kami atau hubungi Tim Customer Support kami.

Together, we learn. Together, we grow.

Internal Training Human Resources

Publikasi Terbaru